BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah utama yang sedang dihadapi negara-negara
yang sedang berkembang termasuk Indonesia
adalah masih tingginya laju pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya
penyebaran dan struktur umur penduduk. Keadaan penduduk yang demikian telah
mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Semakin
tinggi pertumbuhan penduduk, semakin besar usaha yang diperlukan untuk
mempertahankan tingkat tertentu kesejahteraan rakyat (Badan Koordinasi Keluarga
Berencana Nasional, 2004).
Pada awal tahun 2000, para pakar kependudukan memproyeksikan
penduduk Indonesia pada tahun 2010 sebanyak 234,1 juta. Angka ini merupakan
proyeksi moderat yang mengasumsikan keberhasilan program Keluarga Berencaan
(KB) dalam menurunkan fertilitas pada periode 1997-2000 terus berlanjut.
Kepastiannya kita menunggu hasil sensus penduduk
2010 mendatang. Namun dari gejala-gejala yang muncul proyeksi itu akan meleset
dalam arti cendrung membesar. Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia
(SDKI) 2002/2003 dan 2007 memberi sinyal adanya bom kependudukan.
Bila tahun 2010 nanti penduduk kita 1 - 2 juta di
atas proyeksi dan Contraceptive Prevalence Rate (CPR) 5 tahun kedepan stagnan
pada angka 57 – 58% maka, penduduk tahun 2015 akan diatas 250 juta, apalagi
kalau CPR mengalami penurunan, tambahan penduduk itu bisa mencapai kisaran 16
-17 juta (BKKBN, 2009).
Meskipun program KB dinyatakan cukup berhasil di
Indonesia, namun dalam pelaksanaanya hingga saat ini masih mengalami
hambatan-hambatan yang dirasakan antara lain adalah masih banyak Pasangan Usia
Subur (PUS) yang masih belum menjadi peserta KB. Disinyalir ada beberapa faktor penyebab
mengapa wanita PUS enggan menggunakan alat kontrasepsi. Faktor-faktor tersebut
dapat ditinjau dari berbagai segi yaitu: segi pelayanan KB, segi ketersediaan
alat kontrasepsi, segi penyampaian konseling maupun KIE dan, hambatan budaya.
Dari hasil SDKI (2002) diketahui banyak alasan yang
dikemukakan oleh wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi adalah karena mereka
menginginkan anak (20%). Alasan yang cukup menonjol adalah karena efek samping
dan masalah kesehatan, dengan proporsi masing-masing sebesar 12 dan 11%, alasan
karena pasangannya menolak (8%), alasan karena masalah agama (0,5%) dan alasan
yang berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi yaitu biaya terlalu mahal (0,7%) (BKKBN, 2003).
Berdasarkan hasil presurvey BKKBN pada tahun 2009 di Sumatra Utara,
jumlah Pasangan Usia Subur sebanyak 1.982.810 peserta, pasangan yang menjadi
peserta KB aktif pada Mei 2009 sebanyak 1.266.071 yakni peserta KB IUD sebanyak
2.488 peserta, Metode Operasi Wanita sebanyak 920 peserta, Metode Operasi Pria
257 peserta, Kondom 2.212 peserta, Implan 4.325 peserta, Suntik 9.974 peserta
dan Pil sebanyak 10.931 peserta. Sementara PUS yang bukan peserta KB ada
sebanyak 716.739 yakni 73.863 jumlah pasangan usia subur yang sedang hamil,
213.653 jumlah pasangan usia subur yang ingin mempunyai anak segera (IAS),
249.586 jumlah pasangan usia subur tidak ingin anak lagi (TIAL), 179.637 jumlah
pasangan usia subur yang ingin anak ditunda (BKKBN,2009).
Secara umum alasan utama tidak ber KB yang paling
dominan dikemukakan wanita adalah merasa tak subur (28,5%), alasan berikutnya
yang cukup menonjol adalah alasan telah mengalami menopause (16,8%), alasan
berkaitan dengan kesehatan (16,6%). Alasan efek samping (9,6%), puasa kumpul
(7,3%), merasa tidak nyaman dalam ber KB (5,2%). Alasan berkaitan dengan akses
ke pelayanan seperti jarak jauh, tak tersedia provider (0,1–1,6%). Selain itu
masih dijumpai alasan mengenai larangan suami dan budaya/agama (2,6% dan 0,9%)
(BKKBN, 2009).
Berdasarkan survey awal yang dilakukan oleh peneliti
di Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang terdapat
1.833 KK. Sedangkan untuk jumlah PUS
sebanyak 1217. Jumlah setiap PUS yang menggunakan dan tidak menggunakan alat
kontrasepsi dapat dilihat pada table di bawah ini :
Tabel 1.1
PUS yang menggunakan dan tidak menggunakan alat kontrasepsi di Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang
|
No
|
Dusun
|
Jumlah
|
Menggunakan
|
%
|
Tidak
menggunakan
|
%
|
|
1.
|
I
|
185
|
168
|
90,81
|
17
|
9,19
|
|
2.
|
II
|
89
|
55
|
61,80
|
34
|
38,20
|
|
3.
|
III
|
260
|
176
|
67,69
|
84
|
32,30
|
|
4.
|
IV
|
99
|
65
|
65,65
|
34
|
34,34
|
|
5.
|
V
|
341
|
221
|
64,80
|
130
|
38,12
|
|
6.
|
VI
|
234
|
212
|
90,59
|
31
|
13,24
|
Sumber : Laporan Desa Tanjung Anom, 2009.
Dari
tabel 1.1 di atas dusun II
ternyata menduduki urutan tertinggi dimana terdapat 38,20% (34) PUS yang tidak
menggunakan alat kontrasepsi.
Target yang ingin dicapai untuk
pemakaian alat kontrasepsi di Kecamatan Pancur Batu sebanyak 80,55%, sedangkan
target yang ingin dicapai untuk pemakaian alat kontrasepsi di Desa Tanjung Anom
sebanyak 80,50%. Di Desa Tanjung Anom yang melayani pemakaiaan alat kontrasepsi
ada 10 tempat, yakni satu Puskesmas Pembantu, dua Balai Pengobatan dan tujuh
Bidan Praktek Swasta, dan semua tempat tersebut telah memiliki sertifikat untuk
melakukan pelayanan KB.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di Dusun II Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu
Kabupaten Deli Serdang.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang tersebut diatas, bahwa masih terdapat pasangan usia subur
(PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi
dengan berbagai alasan tertentu. Maka yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian
ini adalah : “Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi pasangan usia subur
(PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di Dusun II Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu
Kabupaten Deli Serdang?
C. Tujuan
Penelitian
1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan
alat kontrasepsi di Dusun II Desa
Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
2 Tujuan
Khusus
a. Untuk mengidentifikasi karakteristik yang mempengaruhi pasangan usia subur (PUS)
tidak menggunakan alat kontrasepsi di Dusun II Desa Tanjung Anom Kecamatan
Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang
b. Untuk mengidentifikasi faktor
pengetahuan yang mempengaruhi
pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di Dusun II
Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
c. Untuk mengidentifikasi
faktor efek samping yang
mempengaruhi pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di Dusun II
Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
d. Untuk mengidentifikasi
faktor pendapatan keluarga
yang mempengaruhi pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di Dusun II
Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
e. Untuk mengidentifikasi
faktor agama yang mempengaruhi
pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi di Dusun II
Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi
Petugas Kesehatan
Sebagai
bahan masukan bagi petugas kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan KB
terutama pada pasangan usia subur (PUS) yang tidak menggunakan alat
kontrasepsi.
2. Bagi
Institusi Pendidikan
Sebagai
bahan bacaan bagi institusi pendidikan dalam keagiatan proses belajar dan
sebagai bahan acuan bagi penulis selanjutnya.sms ke 085277011414
Tidak ada komentar:
Posting Komentar