Selasa, 10 Desember 2013

PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TENTANG HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA I MEDAN TAHUN 2010



BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu peristiwa yang unik dan penuh misteri bagi setiap pasangan suami isti. Setiap kehamilan diharapkan dapat berakhir aman dan sejahtera baik bagi ibu maupun bagi janinnya, oleh karena itu pelayanan kesehatan maternal yang bermutu sangatlah penting dan semua perempuan diharapkan dapat memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan tersebut (Hidayat,2009. hal: 29).
Mortalitas dan morbilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar bagi negara-negara berkembang. Di negara miskin, sekitar 20-50% kematian Wanita Usia Subur (WUS) disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan. Menurut data statistik yang di keluarkan World Healt Organitation (WHO) sebagai badan Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) yang menangani masalah bidang kesehatan, tercatat angka kematian ibu dalam kehamilan dan persalinan di dunia mencapai 515 ribu jiwa setiap tahun (WHO 2008).
1
 
Menurut WHO memperkirakan setiap tahunnya 500.000 ibu meninggal sebagai akibat langsung dari kehamilan. Sebagian kematian itu sebenarnya dapat dicegah. Ironisnya sebagian besar kematian ibu dapat dicegah dengan teknologi sederhana, dan madya serta pendidikan. Kesukaran dalam mengukur kematian ibu ini sudah lama menjadi kendala dalam menyadarkan para perencana kesehatan dan pihak lainya akan besarnya masalah serta penyebabnya, sehingga menghambat intervensi yang efektif dalam porsi yang memadai. Lebih dari dua per tiga kejadian kehamilan masih berada dalam perlindungan/ pertolongan para dukun yang mudah dimengerti mempunyai tingkat keamanan yang rendah.
Insiden yang terjadi di Cina pada tahun 2000 menggambarkan mual dan muntah sebagai gangguan medis tersering selama kehamilan. Tinjauan sistematis dari Jewell dan Young mengidentifikasi angka mual antara 70% dan 85% dengan sekitar setengah dari presentase ini mengalami muntah. Keadaan hiperemesis gravidarum yang sangat patologis jauh lebih jarang terjadi di bandingkan mual muntah secara logis. Kelli memperkiran bahwa hiperemesis gravidarum yang sangat patologis terjadi dalam 1:500 kehamilan. Kuscu dan Koyucu (2002) meyakini bahwa kisarannya adalah antara satu dan dua puluh per seribu kehamilan, sekitar 2,4% wanita yang mengalami mual-muntah memerlukan Rumah Sakit untuk hiperemesis gravidarum (Denis, 2008. hal: 3).
Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang berkelanjutan dan berlebihan yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita hamil, akibat lebih lanjutnya dapat mengakibatkan kekurangan cairan dan makanan ke jaringan plasenta yang dapat mengganggu kehidupan janin dan memperburuk keadaan umum ibu. Dan bila tidak ditangani dengan segera dan efektif dapat menyebabkan kematian (Manuaba, 1998).
Mual muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida.            Satu di antara 1000 kehamilan gejala-gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini di sebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen HCG dalam serum. Penguruh fisiologis kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini meskipun demikian gejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-sehari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan ini di sebut hiperemesis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringannya penyakit. Hiperemesis gravidarum yang tidak mendapatkan penanganan yang baik dapat pula menyebabkan kematian pada ibu hamil (Cindy, 2009, ¶ 1, http://www.okhealth.blogspot.com, diperoleh tanggal 14 september 2009).
Pengetahuan bidan  yang berhubungan dengan masalah dan tanda kehamilan terutama mengenai hiperemesis gravidarum masih kurang sehingga hiperemesis gravidarum menyebabkan timbulnya dampak yang fatal (Depkes, 2001).
Survei awal yang dilakukan peneliti di Kelurahan Tegal Sari Mandala 1 Medan, di temukan sebanyak 30 orang bidan. Dari 30 orang bidan  yang  ditemukan pernah memiliki pasien dengan hiperemesis gravidarum.
Sebelumnya peneliti pernah mempunyai pengalaman bekerja di salah satu Klinik di Kelurahan Tegal Sari Mandala I Medan dan melihat bahwa masih ada pengetahuan bidan yang masih kurang serta sikap yang masih belum mendukung untuk menangani dengan cepat ibu-ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum. Mereka masih sering merujuk ibu-ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum tingkat I ke Rumah Sakit, padahal ibu dengan hiperemesis gravidarum tingkat I masih bisa dirawat di rumah atau pun klinik.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut, maka yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah bagaimana Pengetahuan dan Sikap Bidan tentang Hiperemesis Gravidarum di Kelurahan Tegal Sari Mandala I Medan.


C. Tujuan Penelitian
a. Tujuan Umum
Untuk mengidentifikasi Pengetahuan dan Sikap Bidan tentang Hiperemesis Gravidarum di Kelurahan Tegal Sari Mandala I Medan.
b. Tujuan Khusus
1. Untuk mengidentifikasi Pengetahuan responden
2. Untuk mengidentifikasi Sikap responden

D. Manfaat Penelitian
a. Bagi Bidan
Sebagai sumber informasi dan bahan masukan bagi bidan agar lebih mengenal dan mampu mengatasi hiperemesis gravidarum.
b. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan referensi dalam melakukan penelitian yang sejenis dan lebih mendalam lagi.
c. Bagi Peneliti
Penelitian ini bermanfaat untuk menerapkan ilmu yang telah penulis peroleh selama di bangku kuliah.
selanjut nya sms ke 085277011414

Tidak ada komentar:

Posting Komentar